![]() |
| Nasib Untuk Izin Ekspor Freeport Tergantung Pada Hari Ini |
Jakarta – Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM
menerangkan, PT Freeport Indonesia tidak akan mendapatkan perpanjangan izin
ekspor jika mereka tidak memberikan uang jaminan progress pembangunan pabrik
pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) tidak dibayarkan.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM yakni Bambang Gatot
mengumumkan, hingga saat ini belum ada respon dari Freeport prihal setoran uang
jaminan yakni sebesar USD530 juta. Padahal, izin ekspor Freeport berakhir pada
hari senin tanggal 25 Januari 2016 ini.
"Belum
ada tanggapan (uang jaminan Freeport). Ya kalau hari ini tidak ada tanggapan,
tidak ada perpanjangan. Gitu saja," ujarnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta,
Senin (25/1/2016).
Menurut
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, penyetoran uang jaminan tersebut harusnya
tidak memiliki batasan waktu. Hanya saja, izin ekspor akan dikeluarkan jika
uang jaminan tersebut sudah dibayarkan oleh pihak Freeport.
"Enggak
ada batas pembayaran. Pokoknya kalau syarat itu dipenuhi, izin ekspor
dikeluarkan. Harus dipenuhi dulu dong," terang Bambang.
Seperti
diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM yakni Sudirman Said mengatakan, Syarat PT
Freeport Indonesia (PTFI) bias menjalankan ekspor konsentrat tembaga. Mereka haruslah
memenuhi kewajiban yang sudah disepakati oleh pemerintah agar mendapatkan
perpanjangan izin ekspor.
Sebagai
informasi, izin ekspor sebenarnya habis pada 25 Januari 2016. Salah satu syarat
yang harus dipenuhi oleh PTFI adalah menyetorkan sejumlah dana untuk
pembangunan smelter.
"Syarat
ini kami berikan karena target pencapaian (pembangunan) smelter belum tercapai.
Maka, kita minta Freeport menyetorkan uang yang seharusnya dikeluarkan untuk
membangun smelter yang sudah ditetapkan pemerintah," terangnya di Jakarta,
Rabu (20/1/2016).
Menteri
ESDM telah menjelaskan, menurut perhitungannya, saat ini penyelesaian smelter
baru saja 14% dari yang ditargetkan oleh pemerintah yakni 60% dan uang senilai
USD115 juta pada tahun lalu. Jadi Freeport harus membayar atau menyetorkan
selisihnya sehingga mencapai 60%.
"Mereka
harus menyetorkan sisanya. Meskipun belum dibangun total, tapi kan setidaknya
kalau mereka setor, mereka punya komitmen," tambahnya.

Ini yang bisa bkin indonesia kya raya sehrusnya segera diambil alih jdi mlik kita sendiri..
ReplyDeletejika freeport sepenuhnya milik indonesia, mungkin indonesia kaya
ReplyDeleteFreeport tambang emas yang ada papua ya?
ReplyDeletefreeport emang banyak masalahnya tuh.
ReplyDeleteDollar makin turun kalo freeport diambil alih pemerintah. Katanya sih gitu :3
ReplyDeleteIya bener gitu
DeleteCiri-ciri Makhluk Hidup