![]() |
| Duta Besar UE Desak Moratorium Hukuman Mati |
JAKARTA - Uni Eropa menerangkan bahwa pihaknya sangat fokus terhadap permasalahan hak asasi manusia (HAM). Khususnya di daeray Asia Tenggara. Hal itu sendiri dikemukakan langsung oleh Dubes Uni Eropa untuk ASEAN yakni Francisco Fontan Pardo.
Uni Eropa mendesak dunia melakukan moratorium hukuman mati. UE menegaskan bahwa mereka sangat fokus pada masalah hak asasi manusia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar UE untuk ASEAN Francisco Fontan Pardo.
"Kami sangat kritikal soal masalah hak asasi manusia. Sebisa mungkin kami selalu melihat perkembangan dan melakukan pembicaraan," ujar Dubes UE Untuk ASEAN waktu berbicara di peresmian kantor perwakilan UE untuk ASEAN pada Selasa (26/1/2016).
"Kita selalu siap kritikal dan bahas masalah hak asasi manusia kepada seluruh negara. Kami bepergian ke seluruh negara di dunia dan mengkampanyekan soal hak asasi manusia," tambahnya.
Masalah HAM memang menjadi salah satu sorotan masalah utama di ASEAN, khususnya mengenai soal hukuman mati. Malaysia dan Indonesia adalah dua negara ASEAN yang hingga saat ini masih melakoni hukuman mati.
Terkait hukuman mati, Dubes UE untuk ASEAN ini menambahkan bahwa daro pihaknya juga sudah turut menyampaikan kepada seluruh negara di dunia agar segera memberlakukan moratorium hukuman mati.
"Kami terus meminta kepada negara dari yang paling kecil sampai yang paling besar untuk segera memberlakukan moratirium hukuman mati, karena itu adalah sesuatu yang salah. Jika keputusan mereka salah, dan orang yang dihukum ternyata tidak bersalah, maka tidak ada perbaikan," ungkapnya.

Bisa aja hukuman mati dihilangkan, asalkan koruptor dan bandar narkoba sudah hilang.
ReplyDeleteKarena hukuman mati adalah salah satu cara untuk meminimalisirkan tindak kriminal korupsi dan narkotika di negara.
Agar ada titik jera bagi sang pelaku.