![]() |
| Rupiah Diprediksi Menguat |
JAKARTA - Perkembangan laju rupiah pada hari selasa ini diperediksi masih memiliki potensi pergerakan menguat walau minimnya sentimen terhadap laju USD yang sedang dalam masa koreksi. Dia memprediksi rupiah masih berada di level support Rp13.950/USD serta resisten Rp13.700/USD.
"Membuat rupiah terkena dampak daripada pelemahan euro, meski pelemahan rupiah terbilang tipis yakni hanya turun 0,13% di level Rp13.863/USD," terang Reza Priyambada selaku Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia di Jakarta, Selasa (26/1/2016).
Sementara itu, jelang pidato Mario Draghi selaku perwakilan dari Bank Sentral Eropa (ECB), nampaknya para pelaku pasar masih melakukan aksi wait and see yang terlihat. Beberapa mata uang dunia terlihat bergerak terbatas terhadap USD.
Namun para investor kini terfokus pada pergerakan EUR-USD yang pada perdagangan senin kemarin melemah 0,22%. Pelemahan yang terjadi terhadap euro menurutnya tidak bukan disebabkan oleh pelaku pasar masih menantikan keterangan terkait rencana stimulus yang akan diberikan pada bulan Maret nanti jika memang direalisasikan.
Dia menambahkan andai saja stimulus tambahan itu nantinya diberikan maka jumlah uang beredar Euro semakin banyak dan nilai mata uang daripada Euro semakin menurun dari aslinya. Diterangkan juga dampak inilah yang masih diperhatikan para investor, jika Dollar AS berhasil menguat terhadap Euro maka tidak menutup suatu kemungkinan bahwa USD akan menguat terhadap beberapa mata uang lainnya di dunia.
"Selain itu, rencana The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) untuk menaikan tingkat suku bunga secara bertahap di tahun ini makin mempertegas penguatan yang terjadi pada USD secara jangka pendek," terangnya

No comments: