![]() |
| Peringatan Besar Kepada Arab Saudi dari Garda Revolusi Iran |
Teheran – Gerakan
Garda Revolusi Iran mmemberi peringatan kepada Arab Saudi bahwa ia akan segera
runtuh jika Arab Saudi terus mengejar kebijakan tentang destabilisasi di daerah
kawasan regional. Peringatan itu di kumandangkan oleh Wakil Kepala Garda
Revolusi Iran, yaitu Brig.Jend Hossein Salami, di saat memanasnya perseteruan
antara kedua negara tersebut.
Keputusan Pemerintah Arab Saudi yang mengeksekusi 47 orang
termasuk ulama besar Syiah yang terkemuka, Nimr Baqir Al-Nimr, pada hari Sabtu
lalu membuat massa di Iran marah besar hingga membakar dan menyerang kantor
Kedubes Arab Saudi di Teheran dan Konsulat Saudi di Mashhad.
Dan Arab Saudi pun memberikan respon terhadap perlakuan Iran
dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Dan tindakan Arab Saudi di
ikuti oleh sekutunya yaitu Bahrain, Sudan dan Djibouti yang juga memutus
hubungan diplomatik dengan iran.
”Kebijakan rezim Saudi akan memiliki efek domino dan mereka
akan terkubur di bawah longsoran salju yang mereka ciptakan,” tegas Jenderal Salami. ”Jika Saudi tidak memperbaiki jalan mereka, rezim mereka
akan runtuh di tahun-tahun yang mendatang,” cetusnya lagi.
Salami
pun sempat membandingkan kebijakan di era kepemimpinan Saddam Hussein di tempo
dulu yaitu Riyadh dengan Baghdad.
”Jalan rezim Saudi adalah mengambil seperti yang diambil Saddam
pada tahun 1980-an dan 1990-an. Dia memulai
perang dengan Iran, mengeksekusi ulama terkemuka dan para pejabat tinggi, pembangkang
ditekan dan akhirnya memiliki nasib menyedihkan,” ujar Salami, seperti diambil dari Sputnik, Jum’at (8/1/2016).
Menurut
pandangan Salami, keputusan Riyadh untuk menghentikan hubungan diplomatik
dengan Teheran tidaklah rasional dan sangat penuh kebencian. Dia menuduh
kekerasan yang terjadi di Irak dan Suriah adalah hasil dari suatu kebijakan
sekitaran Arab Saudi di wilayah tersebut.

No comments: