JAKARTA - Nilai rupiah saat ini menguat dengan Amerika Serikat (USD) pada pembukaan ECB hari ini dari pada penutupan Selasa kemarin. Penguatan niali rupiah di tengah tertekannya euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini menguat terhadap USD atau berada di level Rp13.123/USD. Rupiah semakin terlihat menguat pada pukul 09.55 WIB dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.169/USD.
Data Bloomberg, rupiah dibuka berada di level Rp13.129/USD dengan kisaran Rp12.116-Rp13.165/USD. Namun, rupiah terlihat terus menguat ke level Rp13.119/USD pada pukul 10.58 WIB. Posisi itu terlihat semakin menguat dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.160/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), BI pada level Rp13.149/USD. Posisi ini memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.128/USD.
Euro terhadap USD turun 0,1% ke posisi 1,0986 dan tergeser sekitar 0,2% terhadap yen ke level 124,39. Sementara, USD terhadap yen terlihat stabil.
ECB memperkirakan akan memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi -0,40%, memperkenalkan pembelian aset dan mungkin memperkenalkan suku bunga berjenjang seperti Bank of Japan dalam upaya untuk meningkatkan inflasi, menurut jajak pendapat Reuters.
"Ini mungkin bukan pandangan konsensus, tetapi pasar hampir menunggu ECB," ujar Jennifer Vail, kepala penelitian pendapatan tetap di Manajemen US Bank Wealth di Portland, Oregon.

No comments: