![]() |
| Presiden Assad Tak Gentar, Suriah Akan Diinvasi Turki Dan Saudi |
Sebuah komentar yang diajukan oleh Presiden Suriah itu muncul setelah Saudi menegaskan tujuanya untuk mengirim pasukanya ke Suriah, alsannya karena untuk mengusir pemimpin negara tersebut. Dalam sebuah wawancara eksklusif AFP, AL-Assad mengatakan bahwa Saudi dan Turki yang merupakan pendukung oposisi untuk mengacaukan negara Suriah.
Pada konferensi keamanan di Munich hari Jumat, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, percaya diri bahwa Riyadh akan mencapai tujuannya. Yaitu, menggulingkan Assad.
“Assad adalah magnet tunggal paling efektif untuk ekstremis dan teroris di wilayah ini,” katanya. Menurutnya, Assad harus didepak dari kantornya jika stabilitas ingin dipulihkan.
Kutipan lainya adalah, "”Itu tujuan kami dan kami akan mencapainya,” ujar Menlu Jubeir. ”Kecuali dan sampai ada perubahan di Suriah, Daesh (ISIS) tidak akan dikalahkan di Suriah,”
Pernyataan yang diabuat Saudi sempat menciutkan nyali seorang Assad, tapi dia yakin akan merebut wilayah kekuasaan oposisi dikit demi sedikit.
“Terlepas dari apakah kita bisa melakukan itu atau tidak, ini adalah tujuan kami untuk mencapainya tanpa ragu-ragu,” katanya.”Tidak masuk akal bagi kami untuk mengatakan bahwa kami akan menyerah di setiap bagian,” katanya lagi, yang dilansir Sabtu (13/2/2016).
Assad bisa menghentikan kekacauan di Suriah jurang dari 1 tahun, jika pasokan oposisi Turki di blokir. “Jika rute tersebut tetap terbuka, solusi akan memakan waktu yang lama dan akan dikenakan harga yang mahal,” ujarnya.

No comments: